Wednesday, 17 April 2013

ISYROF TABDZIR GHIBAH NAMIMAH, bagian 1


PRILAKU TERCELA
A.       ISROF
Israf adalah suatu prilaku yang memperturutkan keinginan yang melebihi batas wajar, seperti makan terlalu kenyang, berpakaian sampai menyapu lantai atau tanah, menggunakan perhiasan berlebihan dan ditampak-tampakkan, dan lain-lain.
Dalam hal menafkahkan harta benda harus bergerak antara kikir dan berlebihan, tidak boleh terlalu perhitungan dan juga tidak baik kalau tanpa perhitungan, yang wajar-wajar saja, secukupnya. Bila lebih dari batas wajar, maka tergolong berlebihan.
Berwudhu, agama telah memberikan batasan daerah mana dan sampai dimana harus dibasahi air, dalam mencuci kaki batasannya sampai air membasahi kedua mata kaki, kalau terlalu keatas apalagi sampai diatas lutut, maka tergolong isrof.
Allah swt. tidak senang terhadap umatnya yang isrof, sebagaimana beberapa ayat di bawah ini:
وَلاَ تُسْــــــرِفُــــواْ إِنَّـــــــــــــــــهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِـــــــــــــــينَ. الانعام :141
Artinya :     dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. QS Al An’am 141
يَا بَــــــنِي آدَمَ خُـــــذُواْ زِينَــــــــتَكُمْ عِنْــــــدَ كُلِّ مَسْــــــجِدٍ وكُلُواْ وَاشْــــرَبُواْ وَلاَ تُسْـــــرِفُواْ إِنَّــهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْــرِفِـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــينَ. الاعراف : 31
Artinya :     Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. QS Al Arof 31
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاء بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ. الاعراف : 31
Artinya :     Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. QS Al Arof 81
فَمَا آمَنَ لِمُــوْسَى إِلاَّ ذُرِّيَّــةٌ مِّن قَـوْمِــهِ عَلَى خَــــوْفٍ مِّن فِــرْعَوْنَ وَمَلَئِـهِمْ أَن يَفْتِنَــــــــــهُمْ وَإِنَّ فِــــــرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الأَرْضِ وَإِنَّــــهُ لَمِنَ الْمُسْـــــــرِفِــــينَ.
Artinya :     Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir`aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. QS Yunus 83
وَالَّذِيْنَ إِذَا أَنفَـــــقُوْا لَـمْ يُسْــرِفُوا وَلَمْ يَقْـــتُرُوا وَكَانَ بَــــيْنَ ذَلِكَ قَـــــوَاماً.
Artinya :     Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. QS Al Furqan 67


B.       TABDZIR
Tabdzir dalam bahasa indonesia biasanya diartikan dengan kata BOROS. Kata tabdzir atau mubaddzir dalam satu tafsir (Al Maroghi) dijelaskan bahwa tergolong mubaddzir adalah menghamburkan yang telah diterima dari Allah swt. untuk kemaksiatan dan atau memberikan kepada orang yang tidak patut menerimanya dan atau membelanjakan harta untuk sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan atau kurang bermanfaat, sekedar mengikuti bisikan nafsu untuk berbangga diri, pencitraan diri, berfoya-foya dan sebagainya.
Perhatikan ayat Al Qur’an berikut :
وَآتِ ذَا الْقُـــرْبَى حَقَّـــــهُ وَالْمِسْـــكِيْنَ وَابْنَ السَّبِـــــــــــيْلِ وَلاَ تُبَـــــــــــــذِّرْ تَبْــــذِيْراً.
Artinya :     Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. QS Al Isro’ 26
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشّيَاطِيْنِ وَكَانَ الشَّيْـــطَانُ لِـرَبِّــهِ كَـفُــوْراً.
Artinya :     Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. QS Al Isro’ 27
Dalam Tafsir Al Maroghi disebutkan: Usman bin Al Aswad mengatakan : saya pernah keliling ke beberapa Masjid di sekitar Ka’bah bersama Mujahid, dia mengangkat kepalanya memandang ke Abu Kubis (nama Gunung), kemudian dia berkata : andai ada seseorang membelanjakan hartanya sebesar gunung ini utuk ketaatan kepada Allah swt. tidaklah ia tergolong pemboros, akan tetapi bila ia menafkahkan hartanya satu dirham untuk perbuatan dosa, maka ia tergolong pemboros.
Berdasar ayat-ayat di atas, maka termasuk kategori tabdzir adalah
1.      Bila seseorang menggunakan harta atau nikmat Allah swt. dalam hal yang tidak ada manfaatnya,
2.      Membiarkan barang tidak dimanfaatkan sampai rusak atau makanan sampai bau tidak dimakan atau menyidiakan sesuatu melampaui batas sehingga tidak termanfaatkan.
3.      Memberikan sesuatu kepada yang tidak berhak atau membelanjakan harta benda dalam kemaksiatan.
Sangat diannjurkan mengelola harta benda secara wajar dan terencana, tidak terlalu ketat dan juga tidak berlebihan, firman Allah swt.

وَلاَ تَجْعَــــلْ يَــــــــــــــــــــــــــــــــــدَكَ مَغْلُولَــــــــــــــــــةً إِلَى عُـنُـقِكَ وَلاَ تَبْسُطْــــــــــــهَا كُلَّ الْبَسْـــــــــــطِ فَتَقْـــــــــــــــــعُدَ مَلُوماً مَّحْسُــــــــــــــــــــــــــــوراً. الاسراء : 29
Artinya :     Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.QS Al Isro’ 29

No comments:

Post a Comment